Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Penajam – Upaya membangun kedekatan dengan generasi muda terus dilakukan Satuan Lalu Lintas Polres Penajam Paser Utara (PPU) melalui program Polantas Karib Police Goes To School. Kali ini, kegiatan edukatif tersebut menyasar siswa dan guru SMKN 2 Penajam, Selasa (18/8/2026).
Tak hanya memberikan pemahaman mengenai keselamatan dan ketertiban berlalu lintas, kegiatan tersebut turut membekali para pelajar dengan wawasan mengenai perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Kasat Lantas Polres PPU AKP Dedik I. Prasetyo, S.H., M.H., selaku penanggung jawab kegiatan, bersama personel Satlantas dan Trainer Paham AI Polres PPU, memberikan edukasi mengenai manfaat sekaligus potensi risiko penggunaan teknologi AI dalam kehidupan sehari-hari.
Para siswa diajak memahami bahwa pesatnya perkembangan teknologi harus diiringi kemampuan berpikir kritis dan sikap bertanggung jawab. Kemudahan teknologi AI dalam menghasilkan gambar, video maupun informasi, menurut kepolisian, perlu disikapi secara bijak agar tidak disalahgunakan sebagai sarana penyebaran informasi palsu maupun hoaks.
AKP Dedik I. Prasetyo mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian untuk hadir lebih dekat dengan kalangan pelajar sekaligus menanamkan kesadaran sejak dini mengenai pentingnya literasi digital dan keselamatan berlalu lintas.
“Pesan Bapak Kapolres PPU, kami ingin generasi muda tidak hanya cerdas dalam menggunakan teknologi, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menjaga keselamatan diri dan orang lain, termasuk saat berada di jalan raya. Teknologi harus dimanfaatkan untuk hal-hal positif, sementara informasi yang diterima di media sosial perlu disaring terlebih dahulu sebelum dipercaya maupun dibagikan,” ujar AKP Dedik.
Ia menambahkan, pelajar memiliki peran penting dalam membangun budaya tertib berlalu lintas di lingkungan masyarakat. Kesadaran untuk mematuhi aturan, kata dia, tidak cukup hanya ditanamkan ketika seseorang telah dewasa, tetapi perlu dibentuk sejak berada di bangku sekolah.
“Keselamatan berlalu lintas bukan sekadar soal mematuhi aturan karena takut ditilang. Lebih dari itu, disiplin berlalu lintas adalah bentuk kepedulian terhadap diri sendiri, keluarga dan sesama pengguna jalan,” lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut, personel Satlantas juga menyampaikan sejumlah materi terkait pentingnya mematuhi rambu-rambu lalu lintas, memahami aturan berkendara, menjaga kedisiplinan serta selalu mengutamakan keselamatan selama berada di jalan raya.
Para pelajar juga didorong untuk menjadi contoh bagi lingkungan sekitarnya dengan menerapkan perilaku tertib berlalu lintas dan turut mengajak keluarga maupun teman sebaya untuk bersama-sama menciptakan budaya keselamatan di jalan.
Melalui program Police Goes To School, Polres PPU terus membangun komunikasi yang dekat, humanis dan edukatif dengan generasi muda. Pendekatan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kesadaran hukum para pelajar, tetapi juga membentuk karakter generasi muda yang bijak memanfaatkan teknologi serta bertanggung jawab dalam berlalu lintas.
Polres PPU berharap pengetahuan yang diberikan dalam kegiatan tersebut tidak berhenti di lingkungan sekolah, melainkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, edukasi tersebut diharapkan turut berkontribusi dalam menciptakan situasi Kamseltibcarlantas yang semakin baik di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara.
Humas Polda Kaltim
