Search
Facebook Twitter Youtube Tiktok Instagram
  • Beranda
  • Profil
  • PPID
  • Nasional
  • Satker
    • Lalu Lintas
    • Reskrim
    • Binmas
    • Binkam
  • Polres Jajaran
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Kukar
    • Kutim
    • Kubar
    • Berau
    • Bontang
    • Paser
    • PPU
    • Mahulu
  • Giat ops
  • MitraPolisi
  • Opini
  • Download
  • Beranda
  • Profil
  • PPID
  • Nasional
  • Satker
    • Lalu Lintas
    • Reskrim
    • Binmas
    • Binkam
  • Polres Jajaran
    • Samarinda
    • Balikpapan
    • Kukar
    • Kutim
    • Kubar
    • Berau
    • Bontang
    • Paser
    • PPU
    • Mahulu
  • Giat ops
  • MitraPolisi
  • Opini
  • Download
Beranda - News - Salat Jumat Bersama Kapolri di Kaltara, Kapolda Kaltim Jadi Khatib
News

Salat Jumat Bersama Kapolri di Kaltara, Kapolda Kaltim Jadi Khatib

adminBy admin15 December 2017No Comments3 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram Email
kapolri tito 12 kaltara
Bagikan
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp

KALTARA, Poldakaltim.com,— Dalam kunjungan hari kedua di Bulungan, Kaltara, Jumat (15/12/2017) Kapolri Jenderal Polisi H Tito Karnavian berserta rombongan sempat melaksanakan salat Jumat di Masjid Agung Istiqomah, Bulungan bersama ratusan jamaah termasuk di antaranya Gubernur Kaltara Irianto Lambrie. Yang istimewa dalam salat Jumat ini, bertindak selaku khatib tak lain Kapolda Kaltim Irjen Pol. Drs. Safaruddin.

Ini merupakan hal biasa yang sudah lama dilakukan oleh Kapolda Kaltim bertindak sebagai khatib salat Jumat di beberapa daerah yang dikunjunginya dalam rangka kunjungan kerja, baik di Kaltim maupun di Kaltara. Dan seperti biasanya, Kapolda Kaltim selaku khatib membawa tema seputar ghibah atau menggunjing terkait fenomena di media sosial yang selama ini banyak terjadi.

BACA JUGA  Ciptakan Lingkungan Bersih, Polisi dan Warga Kukar Lestarikan Budaya Gotong Royong

kapolri tito 13 kaltaraDalam ceramahnya, Kapolda Kaltim mengatakan sebagai agama yang sempurna, Islam mengajarkan bagaimana tentang perasaan, mengajarkan perilaku kita,  akhlak dan memberikan pendidikan-pendidikan kepada umat manusia di muka bumi ini. Islam mengharuskan orang-orang muslim berperilaku dengan perasaan, dan hati yang bersih. Menjaga lisan, menjaga rahasia pribadi kita masing-masing, serta berakhlak mulia, terhadap diri dan seluruh umat mukmin di seluruh muka bumi ini.

Kapolda kembali menegaskan, karena menggunjing, atau menjelek-jelekkan orang itu menyebabkan rusaknya kehormatan seseorang. Merusak hati dan ketentraman masyarakat, serta menggangu keamanan dan ketertiban masyarakat. Menggunjing orang lain, tidak terlepas, dari salah satu istilah yang disebutkan dalam alquran, yaitu gibah (menggunjing) dan bhutan (fitnah).

kapolri tito 11 kaltara “Menggibah itu dilarang oleh agama. Dan diibaratkan seperti memakan daging saudara kita yang sudah meninggal. Tentu hal ini jijik, namun hal inilah yang saat ini banyak dilakukan. Saling menjelek-jelekkan di media sosial,” kata Kapolda sembari membacakan salah satu ayat dalam Al-Quran, yakni Surat Al Hujarat  ayat 12 yang artinya: Hari orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari buruk sangka atau kecurigaan, karena  sebagian dari buruk sangka itu adalah dosa dan janganlan suka mencari-cari keburukan orang lain …

BACA JUGA  Siaga Bencana, Polres Kutim Gelar Apel Gabungan

“Jangan karena perbedaan, kita saling menggibah. Yang seharusnya perbedaan itu disikapi dengan baik. Menjadikan karunia yang diberikan Tuhan kepada kita, sehingga kita tidak menjadi orang-orang bangkrut kelak di akhirat,” kata Kapolda.

Bagaimana dengan orang yang sudah terlanjur melakukan gibah (menggunjing), fitnah? Kapolda dalam ceramahnya mengatakan bagi orang yang berbuat gibah, bhutan, sebaiknya segera bertobat dan minta ampun kepada sesama manusia yang digibah, minta ampun kepada Allah SWT.

BACA JUGA  Demi Terciptanya Situasi Aman Saat Beribadah, Polsek Lumbis Laksanakan Patroli

kapolri tito 10 kaltaraDijelaskannya, perbuatan menggunjing melalui media sosial yang lagi marak saat ini, merupakan salah satu dosa besar yang membinasakan dan merusak agama para pelakunya. Baik sebagai pelaku, maupun orang yang ikut mendengarkan. Karena orang yang mendengarkan namun diam saja, sama dosanya dengan yang menggunjing.

“Sebaiknya, pergi atau mengalihkan ke pembicaraan lain. Ibnu Mubarak mengingatkan:  pergilah dari orang yang menggunjing, sebagaimana engkau lari dari kejaran singa,” ujar Kapolda.

(Humas Polda Kaltim)

 

Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram Email

Comments are closed.

TV & Radio Polri

Youtube
  • Polresta Balikpapan
  • Polresta Samarinda
  • Polres Kukar
  • Polres Berau
  • Polres Paser
  • Polres Bontang
  • Polres Kutim
  • Polres Kubar
  • Polres PPU
  • Polres Mahulu
  • Polresta Balikpapan
  • Polresta Samarinda
  • Polres Kukar
  • Polres Berau
  • Polres Paser
  • Polres Bontang
  • Polres Kutim
  • Polres Kubar
  • Polres PPU
  • Polres Mahulu

© Copyright 2024. tribratanewspoldakaltim.com.  All rights reserved.

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Download
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Index
  • Download
Facebook Twitter Youtube Tiktok Instagram

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.