Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Berau – Polsek Gunung Tabur Polres Berau bersama tim gabungan terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melalui patroli siaga dan penanganan titik panas (hotspot) di sejumlah wilayah, Senin (31/8/2026).
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WITA tersebut dipusatkan di Posko Siaga Karhutla Kampung Batu-Batu, Kecamatan Gunung Tabur, Kabupaten Berau. Kegiatan melibatkan tujuh personel Polri, enam personel KPHP Berau Utara, empat personel Manggala Agni, serta tiga personel Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan V.
Kapolres Berau AKBP Ridho Tri Putranto, S.H., S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Gunung Tabur IPTU Alan Firdaus, S.H., M.Si., mengatakan bahwa patroli dan penanganan Karhutla dilakukan sebagai langkah cepat untuk mengantisipasi titik api agar tidak berkembang dan meluas.
Sebelum patroli dilaksanakan, seluruh personel mengikuti briefing mengenai teknis penanganan Karhutla. Selanjutnya, mulai pukul 09.30 hingga 20.00 WITA, tim gabungan bergerak menyisir sejumlah wilayah sekaligus mendatangi titik hotspot yang terdeteksi.
Beberapa lokasi yang dilakukan penanganan meliputi wilayah Kampung Kasai, Kecamatan Tanjung Batu, serta Kampung Batu-Batu, Kampung Kasai, dan Kampung Melati Jaya di Kecamatan Gunung Tabur. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, sejumlah titik hotspot yang ditemukan berada dalam kategori sedang (medium).
Dalam proses penanganan, personel Polsek Gunung Tabur bersama personel BKO Polres dan Polda Kaltim, KPHP Berau Utara, serta Manggala Agni secara bersama-sama melakukan pemadaman untuk mencegah api meluas.
“Kami bersama seluruh unsur terkait terus melakukan patroli dan pemantauan di wilayah yang memiliki potensi Karhutla. Setiap titik api yang ditemukan langsung ditindaklanjuti agar dapat segera dikendalikan dan tidak meluas,” ujar IPTU Alan Firdaus.
Sementara itu, Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol. Endar Priantoro, S.H., S.I.K., C.F.E., M.H., melalui Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol. Dr. Tedy Sopandi, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa penanganan Karhutla membutuhkan kecepatan, kesiapsiagaan, dan sinergi lintas sektor.
“Polda Kaltim terus mendorong jajaran untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi Karhutla. Deteksi dini dan respons cepat menjadi kunci agar setiap titik api dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar. Sinergi antara Polri, TNI, pemerintah, instansi terkait, perusahaan, dan masyarakat harus terus diperkuat,” tegas Kombes Pol. Dr. Tedy Sopandi.
Kabid Humas juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah terjadinya Karhutla dengan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran. Apabila menemukan titik api atau mengetahui adanya aktivitas pembakaran lahan yang berpotensi menimbulkan Karhutla, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani sedini mungkin,” tambahnya.
Setelah seluruh rangkaian patroli dan penanganan selesai, seluruh personel kembali ke Posko Siaga Karhutla Kampung Batu-Batu sekitar pukul 20.00 WITA untuk melaksanakan apel konsolidasi.
Polsek Gunung Tabur bersama unsur terkait memastikan pemantauan terhadap wilayah rawan Karhutla akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan lingkungan sekaligus mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan.



