Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Samarinda – Kepolisian Daerah Kalimantan Timur terus memperkuat komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui optimalisasi lahan produktif dan peningkatan produksi jagung. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan panen jagung hasil tanaman Kuartal II Tahun 2026 yang dilaksanakan di lahan Wisma Polresta Samarinda dan kawasan Makroman, Samarinda, Sabtu (29/08/26). Kegiatan tersebut dihadiri Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro, S.H., S.I.K., C.F.E., M.H., Forkopimda Kota Samarinda, stakeholder terkait serta sejumlah Pejabat Utama Polda Kaltim.
Dalam sambutannya, Kapolda Kaltim menegaskan bahwa kemandirian pangan merupakan bagian penting dari ketahanan dan kedaulatan negara. Kemampuan memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri, menurutnya, tidak hanya menjaga kesejahteraan masyarakat, tetapi juga memperkuat pertahanan dan keamanan nasional.
“Kemandirian pangan merupakan bagian dari ketahanan dan kedaulatan negara. Ketika kita mampu memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri, kita tidak hanya menjaga kesejahteraan masyarakat, tetapi juga memperkuat pertahanan dan keamanan nasional,” ujar Irjen Pol Endar.
Kapolda menjelaskan, setiap lahan yang ditanami dan setiap hasil panen yang diproduksi merupakan bagian dari upaya menjaga kedaulatan bangsa sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap negara lain. Untuk mewujudkannya, diperlukan sinergi dan kolaborasi yang komprehensif, terintegrasi serta berkelanjutan dari seluruh pihak sesuai peran dan fungsinya. “Panen yang kita laksanakan hari ini bukan hanya merupakan hasil dari apa yang telah kita tanam, tetapi juga merupakan buah dari sinergi, kebersamaan, dan komitmen kita bersama dalam membangun ketahanan pangan di Kaltim,” ungkapnya.
Sepanjang Tahun 2026 hingga 19 Agustus, Polda Kaltim telah berhasil menanam jagung dengan luas lahan mencapai 1.489,5 hektare, dengan hasil panen sebanyak 848,26 ton. Dari hasil tersebut, sebanyak 564,54 ton telah terserap oleh Perum Bulog. Capaian itu tidak terlepas dari kolaborasi dengan berbagai pihak, di antaranya 75 perusahaan sawit yang tergabung dalam GAPKI dan 77 perusahaan non-GAPKI, dengan potensi lahan mencapai 729 hektare dan telah ditanami seluas 193,92 hektare.
Selain itu, dukungan juga diberikan Bank HIMBARA yang terdiri dari Bank Mandiri, BRI, BNI dan BTN melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada kelompok tani binaan Polda Kaltim sebesar Rp1,96 miliar. Sementara itu, sebanyak 207 kelompok tani di seluruh Kalimantan Timur telah berkolaborasi dengan Polda Kaltim. Perum Bulog juga berperan dalam menyerap hasil produksi jagung dari program ketahanan pangan Polda Kaltim hingga mencapai 564,54 ton.
Polda Kaltim juga terus mengembangkan pilot project Integrated Farming System (IFS) di setiap Polres/ta jajaran dengan total luas lahan mencapai 322,5 hektare. Salah satunya berada di wilayah Samarinda melalui kolaborasi dengan PT Sungai Berlian Jaya (SBJ), dengan rencana pemanfaatan lahan sekitar 10 hektare yang terdiri atas lima hektare untuk jagung pipil, tiga hektare peternakan dan dua hektare sayuran. Saat ini, tanaman jagung pipil telah tertanam seluas 1,25 hektare.
Khusus wilayah hukum Polresta Samarinda, Kapolda Kaltim menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh pihak dalam mengoptimalkan lahan produktif. Hingga 28 Juli 2026, luas tanam telah mencapai 56,93 hektare atau sekitar 94,1 persen dari potensi lahan yang tersedia, dengan hasil panen mencapai 67,06 ton dan sebanyak 34,52 ton telah terserap oleh Perum Bulog.
Sementara itu, lahan yang menjadi lokasi panen di Jalan Karya Mandiri, Makroman, Kelurahan Makroman, Kecamatan Sambutan, memiliki luas sekitar tiga hektare. Lahan tersebut merupakan milik Kelompok Tani Sidodadi yang menjadi kelompok tani binaan Polresta Samarinda dan ditanami menggunakan bibit jagung hibrida. Dari lahan tersebut diproyeksikan menghasilkan sekitar tiga ton jagung. Dengan tambahan lahan tersebut, total potensi lahan produktif Polresta Samarinda yang terus digarap secara berkelanjutan mencapai sekitar 60,5 hektare.
“Keberhasilan program ini tidak mungkin dicapai oleh satu institusi saja. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, TNI-Polri, dunia usaha, perbankan, Bulog, penyuluh, kelompok tani dan seluruh elemen masyarakat,” tegas Irjen Pol Endar.
Ia juga memberikan apresiasi kepada para petani yang dinilai menjadi garda terdepan ketahanan pangan bangsa. “Setiap benih yang ditanam dan setiap hasil panen yang dihasilkan adalah kontribusi nyata bagi bangsa,” tuturnya.
Kapolda berharap momentum panen tersebut menjadi awal untuk terus meningkatkan produktivitas pertanian, memperluas lahan, memperkuat pendampingan serta membangun ekosistem pertanian yang berkelanjutan di seluruh wilayah Kalimantan Timur.
“Karena ketahanan pangan bukan hanya tentang hari ini, tetapi tentang memastikan kebutuhan pangan generasi yang akan datang,” pungkasnya.
Humas Polda Kaltim



