Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Balikpapan – Upaya pemantauan dan penanganan Karhutla di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus diperkuat. Serdik Sespimti Angkatan 36 turut ambil bagian dalam patroli udara bersama Dansat Brimob Polda Kaltim Kombes Pol. Ronny Suseno, S.I.K., M.H., serta Danlanud Dhomber Balikpapan, Kamis (10/9/2026).
Patroli udara tersebut dilakukan untuk memantau perkembangan kondisi Karhutla dari udara sekaligus mengidentifikasi sejumlah wilayah yang berpotensi memiliki titik api maupun kepulan asap.
Dalam kegiatan tersebut, tim menggunakan Helikopter H225M dari Skuadron 8 Atang Sandjaja, Bogor, Jawa Barat. Helikopter tersebut juga mendapat penugasan untuk mendukung operasi pemadaman Karhutla melalui metode water bombing, khususnya terhadap titik kebakaran yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Patroli dimulai dari Lanud Dhomber Balikpapan. Dari lokasi tersebut, rombongan bergerak menuju kawasan Kilometer 31 Jalan Soekarno-Hatta, kemudian melanjutkan pemantauan ke Wonotirto, Muara Jawa, hingga kawasan Bukit Tengkorak yang berada di wilayah Tahura Bukit Soeharto.
Dalam kegiatan tersebut, Irjen Pol. Dr. H. M. Sabilul Alif, S.H., S.I.K., M.Si., yang turut mendampingi patroli menjelaskan bahwa pemantauan melalui udara memiliki peran penting dalam memperoleh gambaran kondisi lapangan secara menyeluruh.
Menurutnya, patroli udara dapat membantu petugas mendeteksi perkembangan titik api, terutama pada kawasan yang memiliki medan sulit dan tidak mudah dijangkau dengan kendaraan maupun personel melalui jalur darat.
Sementara itu, Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Manajemen Kebijakan dan Strategi Konstruksi, Danis H. Sumadilaga, menyampaikan bahwa hasil pemantauan menunjukkan kondisi Karhutla di kawasan IKN masih sangat dinamis.
Sejumlah wilayah yang sebelumnya tidak menunjukkan adanya kepulan asap kembali memperlihatkan indikasi kebakaran. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena titik api dapat kembali muncul meskipun sebelumnya telah dilakukan pemadaman.
“Memang bila sudah tidak ada asap itu bukan berarti sudah selesai. Jadi dari sini kita lihat bahwa kita harus secara berlanjut melakukan monitoring, pengamatan, serta tindakan,” ujar Danis.
Sinergi antara Otorita IKN, TNI, Polri, unsur penerbangan, serta instansi terkait diharapkan mampu mempercepat deteksi terhadap kemunculan titik api dan mencegah kebakaran meluas ke kawasan lainnya.
Dengan pemantauan yang dilakukan secara berkelanjutan, setiap perubahan kondisi di lapangan dapat segera diketahui sehingga langkah penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
Patroli udara juga menjadi bentuk kesiapsiagaan bersama dalam menjaga kawasan IKN dari ancaman Karhutla, terutama di tengah kondisi cuaca dan lingkungan yang berpotensi meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.
Humas Polda Kaltim
