Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Kukar – Langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus diperkuat di wilayah Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara. Selasa (8/9/2026), patroli gabungan menyisir sejumlah kawasan rawan dan menemukan enam titik api yang tersebar di beberapa lokasi.
Patroli yang dimulai sekitar pukul 09.00 WITA tersebut bergerak dari Pelabuhan Muara Kaman dengan rute Desa Tunjungan, Desa Liang Buaya hingga Desa Sedulang. Kegiatan melibatkan unsur Kecamatan Muara Kaman, Polsek Muara Kaman, Koramil, BKSDA, Damkar serta Kencana Group.
Dalam penyisiran, tim menemukan satu titik api di wilayah Muara Kaman Ulu dengan luas sekitar satu hektare. Meski berada kurang lebih 150 meter dari tepian sungai, api berhasil dipadamkan melalui upaya penyiraman menggunakan sumber air yang tersedia.
Penanganan serupa dilakukan terhadap titik api kedua yang ditemukan di Dusun Nangkabonah, Desa Tunjungan. Api yang membakar area sekitar 0,5 hektare tersebut berhasil dikendalikan setelah petugas melakukan penyiraman secara langsung.
Namun, kondisi berbeda ditemukan pada empat titik api lainnya. Lokasinya berada di kawasan yang memiliki akses cukup sulit, sehingga proses pemadaman belum dapat dilakukan secara langsung oleh tim di lapangan.
Dua titik api terpantau berada di kawasan Cagar Alam (CA) Tunjungan dengan jarak sekitar satu kilometer dari tepian sungai. Sementara itu, satu titik berada di kawasan rawa gambut Dusun Nangkabonah dengan jarak sekitar 700 meter dari sungai dan satu titik lainnya berada di kawasan rawa gambut milik pemerintah Desa Liang Buaya, sekitar 500 meter dari tepian sungai.
Kondisi lahan yang kering serta sejumlah anak sungai yang menjadi jalur menuju lokasi turut menjadi kendala. Akses darat menuju titik api tidak tersedia, sedangkan aliran sungai dipenuhi eceng gondok yang menghambat pergerakan peralatan maupun personel.
Untuk mendukung kegiatan pemantauan dan penanganan, tim mengoperasikan dua unit ketinting, dua mesin mini stiker berkapasitas 2,5 untuk penyedotan air, serta perlengkapan pendukung lainnya seperti parang. Kencana Group juga mengerahkan satu unit drone untuk membantu pemantauan kondisi wilayah dari udara.
Hasil pemantauan awal di kawasan cagar alam menunjukkan satwa belum terdampak langsung oleh kebakaran. Hal tersebut terlihat dari masih adanya vegetasi dan area penghijauan di sekitar lokasi yang terpantau.
Kapolsek Muara Kaman Iptu Herwin menegaskan bahwa patroli gabungan menjadi langkah penting dalam mendeteksi keberadaan titik api sekaligus memetakan lokasi yang membutuhkan penanganan lanjutan.
“Patroli dilakukan untuk memastikan setiap titik api dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin. Untuk lokasi yang belum dapat dijangkau, pemantauan terus dilakukan sambil berkoordinasi mencari langkah penanganan yang memungkinkan,” ujar Iptu Herwin.
Patroli dan pemantauan berlangsung hingga sekitar pukul 21.30 WITA. Dua titik api berhasil dikendalikan, sementara empat titik lainnya yang berada di lokasi sulit dijangkau tetap menjadi fokus pemantauan dan koordinasi untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.

