Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Kukar – Dalam upaya mendukung program ketahanan pangan nasional, Polres Kutai Kartanegara terus berperan aktif melalui pendampingan sektor pertanian. Salah satunya diwujudkan dengan keterlibatan langsung dalam kegiatan panen jagung di lahan eks PT Kitadin, Desa Embalut, Kecamatan Tenggarong Seberang, beberapa waktu lalu.
Lahan bekas tambang seluas kurang lebih 0,5 hektare yang dikelola oleh Kelompok Tani Jagung Berkah, mampu menghasilkan panen jagung dengan estimasi mencapai 1 ton. Hasil ini menjadi bukti bahwa lahan pascatambang masih memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan secara produktif.
Setelah panen berlangsung, kegiatan dilanjutkan dengan forum diskusi bersama yang melibatkan Kabag SDM Polres Kukar Kompol Suwarno, Kasi Humas Iptu Maryono, Kanit Binmas Polsek Tenggarong Seberang Iptu Purwanto, Kepala Desa Embalut Yahya, pihak PT Kitadin, serta perwakilan tujuh kelompok tani di wilayah tersebut.
Pertemuan tersebut membahas rencana penanaman jagung secara serentak di area eks tambang PT Kitadin yang direncanakan akan dilaksanakan pada Mei 2026 mendatang.
Dalam kesempatan itu, Kompol Suwarno mendorong para petani agar menyalurkan hasil panennya melalui Bulog guna menjaga kestabilan harga serta menghindari praktik tengkulak yang merugikan petani.
“Polres Kukar berkomitmen memberikan dukungan kepada petani, baik melalui bantuan sarana produksi seperti pupuk maupun fasilitasi akses permodalan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga ringan,” ungkapnya.
Dukungan juga datang dari Kepala BPP Tenggarong Seberang Hartoyo yang menyatakan kesiapan untuk mengusulkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) ke Dinas Pertanian Provinsi. Sementara itu, Kepala Desa Embalut Yahya menegaskan pentingnya penguatan dan regenerasi kelompok tani agar pengelolaan lahan eks tambang dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.
Kapolsek Tenggarong Seberang Iptu Aulia Rahman melalui laporannya menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman dan lancar. Ia menilai kolaborasi antara Polri, pemerintah desa, pihak perusahaan, dan kelompok tani menjadi kunci dalam mengubah lahan pascatambang menjadi sumber pangan yang produktif dan bernilai bagi masyarakat.
Humas Polda Kaltim
