Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Balikpapan – Kepolisian Daerah Kalimantan Timur menggelar Apel Kesiapsiagaan Pasukan dalam rangka mengantisipasi dan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kalimantan Timur. Kegiatan berlangsung di Lapangan M. Jasin Sat Brimob Polda Kaltim, Kawasan Stal Kuda, Balikpapan, Selasa (11/08/26).
Apel dipimpin langsung Wakapolda Kaltim Brigjen Pol Adrianto Jossy Kusumo, S.H., M.Han., dan diikuti unsur Forkopimda Tingkat I Provinsi Kaltim, Forkopimda Tingkat II Kota Balikpapan, para Pejabat Utama Polda Kaltim, serta ratusan Personel gabungan yakni TNI, Polri, BPBD, Basarnas, serta stakeholder terkait. Kegiatan tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman Karhutla dan dampak fenomena El Nino.
Dalam amanatnya, Wakapolda Kaltim menyampaikan bahwa puncak musim kemarau diprakirakan berlangsung pada Juli hingga September 2026 dengan potensi penguatan El Nino dan musim kemarau yang lebih panjang. Kondisi tersebut perlu diantisipasi mengingat Kalimantan Timur memiliki kawasan hutan, perkebunan, lahan terbuka hingga permukiman yang berbatasan langsung dengan vegetasi sehingga dapat mempercepat penyebaran api.
Sejumlah kejadian Karhutla pada Juli 2026 menjadi perhatian serius, di antaranya kebakaran sekitar 60 hektare lahan di Kutai Barat pada 10 Juli, sekitar 2,42 hektare di Desa Girimukti, Penajam Paser Utara pada 15 Juli, serta sekitar 2 hektare di Kelurahan Jawa, Sanga-Sanga, Kutai Kartanegara pada 20 Juli. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa Karhutla bukan lagi sekadar potensi, melainkan ancaman yang harus dihadapi secara bersama-sama.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Wakapolda menekankan empat langkah utama, yakni memperkuat pencegahan melalui patroli dan pemetaan wilayah rawan, memperkuat deteksi dini serta respons cepat, meningkatkan sinergitas antarinstansi tanpa ego sektoral, serta melakukan penegakan hukum secara tegas dan profesional terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan secara sengaja.
Wakapolda juga menghimbau perusahaan pemegang konsesi agar proaktif menyiapkan personel, sarana pemadaman, sumber air, patroli rutin dan sistem deteksi dini. Kepada masyarakat, diingatkan agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, tidak membakar sampah maupun membuang puntung rokok sembarangan, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.
“Kaltim memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional sekaligus sebagai penyangga IKN. Menjaga lingkungan dan mencegah Karhutla bukan hanya persoalan menjaga hutan, tetapi juga bagian dari menjaga keselamatan, kesehatan, perekonomian, transportasi, pembangunan dan masa depan Kalimantan Timur,” ujar Brigjen Pol Adrianto Jossy Kusumo.
Sementara itu ditempat yang sama, Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Dr. Tedy Sopandi, S.I.K., M.Si., dalam sesi doorstop bersama awak media menerangkan bahwa apel kesiapsiagaan tersebut merupakan langkah antisipatif untuk meningkatkan kesiapan personel, fasilitas, sarana prasarana serta koordinasi dalam menghadapi potensi Karhutla. Penanganan Karhutla, menurutnya, membutuhkan kolaborasi seluruh pihak karena dampaknya dapat meluas hingga aspek lingkungan, kesehatan, sosial dan ekonomi.
“Polda Kaltim berkolaborasi dengan TNI, pemerintah daerah, BPBD, pemadam kebakaran, dunia usaha dan masyarakat dalam satu pola tindakan yang terintegrasi, mulai dari pencegahan, deteksi dini, penyampaian informasi, respons cepat hingga penegakan hukum. Prinsipnya, mencegah lebih baik daripada memadamkan,” jelasnya.
Kombes Pol Tedy Sopandi menambahkan, personel telah disiagakan berdasarkan surat perintah kerja, dengan personel khusus melaksanakan pencegahan, sepertiga kekuatan dalam kondisi siaga dan seluruh personel akan dikerahkan apabila terjadi kebakaran besar. Posko pengaduan dan penanganan cepat juga telah disiapkan di Satker maupun Sat Samapta. Hingga saat ini, penanganan masih difokuskan pada langkah pencegahan dan imbauan.
Selanjutnya, Kegiatan dilanjutkan dengan pengecekan kesiapan personel serta sarana dan prasarana penanggulangan Karhutla.
Humas Polda Kaltim
