TribrataNews Polda Kaltim

SPN Polda Kaltim Perkuat Literasi Digital Lewat FGD Cyber Resilient Community untuk Cegah Kejahatan Siber

Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Balikpapan – Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Kalimantan Timur terus berinovasi dalam menghadapi tantangan keamanan di era digital dengan menggelar Focus Group Discussion (FGD) Cyber Resilient Community (CRC) melalui pendekatan community policing yang kolaboratif. Kegiatan ini bertujuan memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi berbagai ancaman kejahatan finansial siber yang semakin berkembang.

FGD tersebut merupakan bagian dari implementasi Program Cyber Resilient Community (CRC), sebuah change project yang diinisiasi oleh Ka SPN Polda Kaltim Kombes Pol. Pepen Supena Wijaya, S.I.K., sebagai upaya membangun kapasitas sumber daya manusia Polri sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor dalam menciptakan ekosistem digital yang aman dan berdaya tahan.

WhatsApp Image 2026 07 14 at 10.14.13 1

Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Timur, yang memberikan pemaparan mengenai perkembangan kejahatan finansial berbasis digital, langkah-langkah mitigasi, serta pentingnya meningkatkan literasi digital masyarakat.

Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol. Endar Priantoro, S.H., S.I.K., C.F.E., M.H., melalui Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol. Dr. Tedy Sopandi, S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa penguatan literasi digital menjadi salah satu langkah strategis dalam menghadapi dinamika kejahatan siber yang terus berkembang seiring pesatnya kemajuan teknologi informasi.

“Melalui kolaborasi antara Polri, pemerintah, regulator, dan masyarakat, diharapkan tercipta kesadaran bersama untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus kejahatan finansial siber. Pencegahan menjadi kunci utama dalam membangun masyarakat yang tangguh di ruang digital,” ujar Kombes Pol. Dr. Tedy Sopandi.

Dalam forum diskusi tersebut, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai berbagai modus kejahatan yang kerap terjadi, seperti phishing, social engineering, investasi ilegal, hingga penyalahgunaan identitas digital. Selain itu, dibahas pula pentingnya membangun budaya keamanan siber melalui edukasi berkelanjutan dan sinergi antarlembaga.

Melalui pelaksanaan FGD Cyber Resilient Community ini, SPN Polda Kaltim berharap mampu melahirkan berbagai rekomendasi strategis sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan masyarakat yang memiliki literasi digital yang baik, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu berperan aktif dalam mencegah kejahatan finansial siber. Program ini juga menjadi wujud komitmen SPN Polda Kaltim dalam menghadirkan inovasi pendidikan kepolisian yang responsif terhadap tantangan keamanan di era digital.

Exit mobile version